Ekonomi Sulbar Mengalami Kontraksi 2,42 Persen

Ekonomi Sulbar Mengalami Kontraksi 2,42 Persen

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Perekonomian Sulawesi Barat tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas
dasar harga berlaku mencapai 45,91 triliun rupiah, sedangkan atas dasar harga konstan 2020 mencapai 32,08 triliun rupiah.

Hal tersebut, disampaikan Kepala BPS Sulbar Agus Gede Hendrayana Hermawan, dirinya mengatakan dari perhitungan diatas sehingga ekonomi Sulawesi Barat tahun 2020 kontraksi 2,42 persen.

“Kalau dari sisi produksi, kontraksi tedalam terjadi pada lapangan usaha Konstruksi sebesar 13,31 persen. Dari sisi pengeluaran kontraksi terdalam terjadi pada komponen Impor yakni
sebesar 14,91 persen,” kata Agus Gede, Jumat 5 Februari 2021.

Lanjutnya, ekonomi Sulbar triwulan IV-2020 secara y-on-y mengalami kontraksi sebesar 7,51 persen.

“Sedangkan ekonomi Sulbar triwulan IV-2020 secara q-to-q mengalami pertumbuhan sebesar 1,69 persen,” tambahnya.

Agus Gede juga mengungkapkan berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2020, yang paling besar menggerus lapangan usaha Konstruksi sebesar -1,08 persen.

“Diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar -0,76 persen, Industri pengolahan sebesar -0,38 persen, dan jasa Pendidikan sebesar -0,37 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat dari lapangan usaha lainnya sebesar 0,16 persen,” ungkap Agus Gede.(hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *