Jadikan Madrasah Sebagai Penggerak Moderasi Beragama

Jadikan Madrasah Sebagai Penggerak Moderasi Beragama

Mamuju, Deskriptif.co.id – Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadikan sekolah madrasah sebagai penggerak moderasi beragama.

 

Kakanwil Kemenag Sulbar Dr HM Muflih B Fattah, MM di Mamuju, Senin (22/11/2021) mengatakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah memberikan arahan  untuk menjadikan sekolah Madrasah sebagai penggerak utama dalam membangun moderasi beragama.

 

Ia mengatakan pemahaman sekolah madrasah mengenai wawasan kebangsaan, sikap nasionalisme dalam menata bingkai NKRI serta kegiatan lainnya harus terus ditingkatkan untuk memperkokoh moderasi beragama.

 

Menurut dia, sangat penting bagi setiap tenaga pendidik dan peserta didik memahami akan pentingnya moderasi beragama dalam rutinitas sehari-hari khususnya di lingkungan Madrasah.

 

Oleh karena itu, Kemenag Sulbar juga akan berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik agar memahami upaya membangun moderasi beragama demi menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa ini.

 

“Membangun moderasi beragama mesti dilakukan secara baik dengan mulai mengaktualisasikan dan mempraktikkan dalam lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat, dan dimulai dari lingkungan madrasah,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan moderasi beragama sudah merupakan kurikulum kehidupan tenaga didik dan peserta didik agar tumbuh dan tercipta sinergi dan peradaban, saling menghargai dan mengayomi dalam mewujudkan harmoni cinta dan kasih sayang di masyarakat.

 

“Wawasan kebangsaan dan Moderasi Beragama harus tertanam di jiwa para tenaga pendidik dan peserta didik sesuai slogan Madrasah yakni “Mandiri berprestasi merajut jiwa dengan menjadi penebar keteladan”,” katanya.

 

Menurutnya, dengan pemahaman moderasi beragama maka perbedaaan keyakinan tidak menjadi pemecah dan penghalang untuk mengokohkan persaudaraan dan persatuan bangsa.

 

Ia mengatakan, apabila moderasi beragama di lingkungan Madrasah dapat terwujud maka masyarakat akan rukun, damai dan bahagia.(Lim/adv)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *