Kanwil Kemenag Gelar Pembinaan Moderasi Beragama Bagi Ummat Budha di Mamuju

Kanwil Kemenag Gelar Pembinaan Moderasi Beragama Bagi Ummat Budha di Mamuju

Mamuju, Deskriptif.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan pembinaan moderasi beragama bagi umat Budha di Kabupaten Mamuju.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Muflih B.F. di Mamuju, Senin 29 November 2021, mengatakan Kanwil Kemenag Sulbar melakukan pembinaan moderasi umat beragama di Sulbar, dengan melakukan pembinaan beragama bagi siswa pendidikan dan keagamaan Budha.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Budha Kemenag Sulbar.

Menurut dia, dalam menjalankan program moderasi terdapat empat sikap yang harus dijalankan, yakini pertama sikap terbuka menerima perbedaan beragama.

“Bersikap terbuka atau menerima dan mengakui ajaran agama lain dan tidak menilai negatif agama lain,” katanya.

Yang kedua, berpikir rasional dalam ibadah ataupun mengajarkan kebaikan ajaran agama dan tidak dibandingkan dengan ajaran agama lain.

Ketiga bersikap rendah hati, yaitu memiliki rasa ingin belajar mengembangkan dan menerapkan perilaku beragama dengan tidak angkuh atau tidak sombong serta berlaku baik kepada siapapun tanpa pandang bulu.

Keempat, dapat memberi manfaat siswa dan siswi dalam kegiatan keagamaan Buddha melalui moral yang memberikan manfaat bagi pemeluk agama lain dan semua makhluk agar semuanya bisa hidup berbahagia.

Ia juga menyampaikan bahwa toleransi dalam moderasi beragama adalah keterbukaan terhadap umat beragama, hidup rukun dalam beragama.

Sedangkan untuk wawasan kebangsaan dalam moderasi beragama adalah cara pandang yang mengutamakan kesatuan dan persatuan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengatakan untuk menumbuhkan moderasi beragama adalah dengan mengajarkan pendidikan karakter dimulai di sekolah dan lembaga pendidikan keagamaan masing-masing agama.

“Pada 2022 mendatang, Kemenag RI mencanangkan sebagai tahun toleransi sehingga pendidikan agama dan keagamaan Buddha harus ditingkatkan,” tutupnya.(Lim/)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *