DPD IMM Sulbar Gelar Dialog Politik untuk Mengawal Pesta Demokrasi 2024

DPD IMM Sulbar Gelar Dialog Politik untuk Mengawal Pesta Demokrasi 2024

Deskriptif.co.id, Mamuju – Mengawal tahun Politik 2024, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulbar, menggelar dialog Politik. Sebagai wadah dalam pendidikan politik untuk menunjang pemahaman terkait konsep Politik bagi generasi mudah.

Dialog Politik ini menjadi rangkaian dalam pembukaan School Of Ideologi Political Advocasi (SPIA yang merupakan program prioritas DPD periode saat ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulbar Anriadi. Saat ditemui di lokasi berlangsungnya kegiatan, Hotel Diana Kota Mamuju. Kamis (04/08/22).

“Saat ini perlu adanya pendidikan Politik untuk anak mudah selaku objek partisipan Demokrasi ” katanya.

Lanjut Anriadi,  sebentar lagi Pemilu serentak akan dilakukan se Indonesia, tidak terkecuali di Sulbar. Olehnya itu, untuk melihat masa depan Sulbar lebih baik dan maju, maka perlu ada pengawalan sejak dini.

Dengan adanya Dialog Politik ini mampu melahirkan Pemuda-pemudi yang cerdas berpolitik baik itu politik etis maupun praktis. Serta mampu mengawal berlangsungnya Pilkada yang sehat sesuai cita-cita Demokrasi.
Hal itu tertuang dalam tema dialog Politik, yakni IMM sebagai kader bangsa kawal Sulbar menuju 2024.

Dalam dialog tersebut, menghadirkan sederet partai politik sebagai narasumber. Diantaranya, Ketua DPW fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ramlan Badawi, menyampaikan pemudah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Daerah.

“Jadi harus melek Politik juga, karena kebijakan lahir dari Politik untuk kepentingam bersama,”ungkap Ramlan juga sebagai Bupati Kabupaten Mamasa saat ini.

Hal serupa yang disampaikan oleh Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junaedi, bahwa keterlibatan Pemuda dalam Politik membawa nafas perjuangan baru untuk kepentingan rakyat.

“Diinternal partai pun banyak anak mudah yang terlibat aktif, artinya Pemudah sadar dengan perannya dalam mengawal politik,” imbuh Junaedi.

Selain sederet tokoh Politik Sulbar, juga hadir Kepala Ombudsman perwakilan Sulbar Lukman Umar, dalam penyampaiannya, ia juga menekankan kepada Pemudah agar mengawal kebijakan publik yang menjadi produk politik itu sendiri.

“Kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh dinamika Politik, makanya peran Pemuda juga penting,” tandasnya.

Dialog Politik tersebut, juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulbar serta seluruh Ortom Muhammadiyah, akademisi Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), perwakilan Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar, OKP se Sulbar dan tamu undanhan lainnya.

Kegiatan Pendidikan Politik atau SPIA ini berlangsung hingga empat hari mendatang 7 Agustus. (arn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *