Sektor Pendidikan, 153 Sekolah Mengalami Kerusakan Pasca Gempa

Sektor Pendidikan, 153 Sekolah Mengalami Kerusakan Pasca Gempa

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Pada sektor pendidikan maupun gedung perkantoran ada sebanyak 153 Sekolah dan 77 Kantor di Mamuju rusak terdampak gempa.

Hal ini, berdasarkan data dari Dinas PU provinsi Sulbar menyebutkan bahwa 153 gedung sekolah di Kabupaten Mamuju dalam kondisi rusak. 76 diantaranya rusak berat, 48 rusak sedang dan 29 terkategori rusak ringan.

Adapun, 76 sekolah yang rusak berat, terdiri dari, SD dan TK/PAUD masing masing 35 unit. SMA, SMK dan SMP masing masing 2 unit yang rusak berat. Sementara gedung SLB hanya mengalami rusak ringan dan sedang.

Gedung SD menjadi sarana pendidikan yang paling banyak mengalami kerusakan. Jumlahnya mencapai 74 unit. Menyusul gedung TK/PAUD sebanyak 50 unit. Kemudian SMP sebanyak 10 unit, 11 unit SMP, 10 unit SMK, 6 SMA dan 2 unit SLB.

Sementara itu, untuk gedung perkantoran yang terdampak gempa. Setelah dilakukan assesment, Dinas PU Sulbar mencatat, sebanyak 77 unit gedung kantor yang rusak di Kabupaten Mamuju. Terdiri dari 33 unit kantor lingkup Pemprov Sulbar, 29 Instansi vertikal dan Pemkab Mamuju 25 unit kantor.

Aktivitas perkantoran di lingkup Pemprov Sulbar hingga kini masih berlangsung di bawah tenda. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan menghindari resiko jika terjadi gempa susulan.

Begitupun, aktivitas di bawah tenda juga masih diputuskan sembari menunggu hasil assesment gedung kantor terdampak gempa yang sementara berlangsung. Dinas PU Sulbar masih melakukan assesment kondisi perkantoran di Sulbar.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melakukan assesment sekitar 100 an gedung,” kata Kadis PU Aksan, Senin 15 Februari.

Penanganan bencana gempa kini masa memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.

Masyarakat berharap besar kepada pemerintah pusat maupun daerah agar aktivitas pendidikan dan perkantoran di Sulbar dapat berjalan normal seperti sebelumnya.(*/hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.