Jelang Ramadan, KPID Minta LPB Memerhatikan Isi Siarannya

MAMASA, Deskriptif.co.id – Dalam upaya mencegah Penyebaran Pandemi Covid -19 yang semakin hari mengalami peningkatan. Dan juga menindaklanjuti surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia Pusat mengenai Pelaksanaan siaran Ramadhan 1442 Hijriah. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat langsung melakukan koordinasi dengan lembaga Penyiaran di daerah, seperti di Mamuju Tengah, Majene, Mamuju, Polewali dan Mamasa.

Di Mamasa, Wakil Ketua KPID Sulbar Budiman Imran bersama Koordinator dan Anggota Bidang Pengawasan Isi Siaran Busrang Riandhy dan Ahmad Syafri Rasyid menyambangi Pengelola LPB Sipatuo TV dan bersilaturahmi dengan seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa.

Budiman Imran mengatakan bahwa surat edaran ini sebagai panduan bagi Lembaga penyiaran dalam bersiaran selama bulan ramadan, mengingat lembaga penyiaran sebagai media informasi, pendidikan, hiburan sehat dan kontrol serta perekat sosial.

“Lembaga Penyiaran diminta untuk turut serta menghormati dan mengambil bagian dalam menegakkan nilai-nilai ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama, menjaga dan meningkatkan moralitas,” ungkap Budiman.

Lebih lanjut dikatakan, dalam bulan Ramadan Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan peraturan-peraturan terkait penghormatan nilai-nilai agama, kesopanan, kesusilaan, dan kepatutan siaran/tayangan dalam rangka penghormatan nilai-nilai bulan suci Ramadan.

“Pada bulan Ramadan terjadi perubahan pola menonton televisi dan mendengarkan radio, maka lembaga penyiaran diimbau lebih cermat mematuhi ketentuan-ketentuan P3SPS dalam setiap program yang disiarkan terkait prinsip perlindungan anak dan remaja pada seluruh jam siaran. Menambah durasi dan frekuensi program bermuatan dakwah,” ungkapnya

Sementara itu, Komisioner KPID Sulbar, bidang Pengawasan Isi Siaran, Ahmad Syafri Rasyid meminta agar Lembaga Penyiaran mengutamakan penggunaan dai/pendakwah kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang dan menayangkan/menyiarkan azan magrib sebagai tanda berbuka puasa dan menghormati waktu-waktu penting selama bulan Ramadan seperti waktu sahur, imsak, dan azan subuh sesuai waktu di wilayah layanan siaran masing-masing.

“KPID Sulbar berharap agar lembaga penyiaran di Sulbar dalam memproduksi sebuah siaran Ramadhan agar betul-betul memperhatikan protokol kesehatan, Ketentuan P3SPS, dan memberdayakan pendakwah yang memiliki kompetensi dan kredibilitas,” kata Ahmad Syafri.(Adv/hn)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Danrem 142/Tatag Mengunjugi Kodim 1428/Mamasa

MAMASA, Deskriptif.co.id – Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 142 Ny. Sari Firman Dahlan kunjungan kerja ke Kodim 1428/Mamasa disambut Dandim 1428/Mamasa Letkol Inf Stevi Palapa, S.Pd, Kajari Mamasa Erianto Laso Paundanan, SH.MH, Ketua Persit KCK Cabang XLVIII Dim 1428 Mamasa Ny. Ririvega Stevi dan seluruh Prajurit, PNS Kodim […]

Bagikan

Bom Bunuh Diri meledak di Makassar, Ketua FKUB Mamasa Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh

MAMASA, Deskriptif.co.id – Bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu, menuai kecaman dari berbagai pihak. Bom dengan daya ledak rendah tersebut dibawa oleh pasangan Suami istri di saat umat kristiani tengah melaksanakan Ibadah Jumat agung jelang perayaan hari raya Paskah yang mengakibatkan dua orang tewas dan […]

Bagikan

Peringati Wafat Isa Al Masih, Polres Mamasa Perketat Pengamanan Gereja

MAMASA, Deskriptif.co.id – Personil Polres Mamasa dipimpin Kasat Binmas, Iptu Muh. Jalil Selaku Padal Pengamanan Gereja Toraja Mamasa (Gtm) Klasis Mamasa Kota Jemaat Sion Buntubuda melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah dalam rangka Jumat Agung, Jumat (02/04/21) Pengamanan dilaksanakan untuk memberikan kenyamanan dan menjaga stabilitas keamanan umat beragama yang sedang menjalankan ibadah. ”Sebelum pelaksanaan kegiatan ibadah, terlebih […]

Bagikan

Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Polres Mamasa Perketat Penjagaan di Gereja

MAMASA, Deskriptif.co.id – Pasca kejadian Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Prov. Sulsel kemarin, Minggu (28/3/21) Polres Mamasa langsung mengamankan dan menggalang 19 Gereja yang ada di Mamasa. Tak hanya itu, guna mengantisipasi adanya pergerakan pelaku terorisme, Polres Mamasa juga memperketat akses keluar masuk di batas wilayah Kabupaten Mamasa seperti di Kecamatan Mesawa yang […]

Bagikan