Lanal Mamuju Bersama Tim Gabungan Evakuasi ABK Meninggal di Ocean Galaxy

Lanal Mamuju Bersama Tim Gabungan Evakuasi ABK Meninggal di Ocean Galaxy

Deskriptif, Mamuju – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Ocean Galaxy dilaporkan meninggal dunia dan dievakuasi melalui Dermaga Rangas, Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Rabu malam (22/4/2026).

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita, ditandai dengan tibanya KN SAR Perikesit yang membawa jenazah korban ke dermaga. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Barat menggunakan satu unit ambulans.

Korban diketahui bernama Muhammad Yanto (67), kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1958. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Almarhum tercatat sebagai warga Kampung Bengkok, Desa Karyasari, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Evakuasi tersebut melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Pangkalan TNI AL Mamuju, Basarnas Sulawesi Barat, BPBD Sulbar, UPP Mamuju, Imigrasi, serta tenaga medis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, Kepala Kantor Basarnas Sulbar Mahmud Afandi, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, serta sejumlah pejabat dan personel terkait lainnya.

Pada pukul 20.10 Wita, jenazah korban diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Polda Sulbar untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh rangkaian proses evakuasi selesai pada pukul 20.30 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Komandan Lanal Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan lancar berkat sinergi seluruh unsur yang terlibat.

“Proses evakuasi medis terhadap korban ABK Kapal Ocean Galaxy dapat berjalan dengan aman dan tertib berkat kerja sama yang baik antara Lanal Mamuju, Basarnas, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Kami berkomitmen untuk terus memberikan respons cepat dalam setiap penanganan keadaan darurat di wilayah perairan,” ujar Danlanal.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan korban dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antarinstansi dalam penanganan kondisi darurat di wilayah perairan, khususnya dalam proses evakuasi medis.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *