PN Mamuju Gelar Perdana Sidang Kasus Dugaan Pemanfaatan BLT Lurah Rangas

Hakim sedang meminta keterangan Sejumlah saksi terkait dugaan kasus BLT Lurah Rangas

Deskriptif.co.id, Mamuju – Pengadilan Negeri Mamuju menggelar sidang perdana kasus dugaan pemanfaatan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menyeret nama Wahyuddin, Lurah Rangas sebagai terdakwa, Selasa (24/11/20).

Sebelumnya, kasus ini resmi dilaporkan oleh Tim Hukum paslon nomor urut 1 (Tina-Ado) atas dugaan Netralitas ASN yang memanfaatkan pembagian BLT untuk mengkampanyekan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 (Habsi-Irwan) yang kemudian naik ke tahap sidik.

Kemudian pada tanggal 23 November 2020, Sentra Gakkumdu melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan Negeri Mamuju dan pada hari yang sama berkas tersebut sampai di Pengadilan Negeri Mamuju.

Berdasarkan Sidang perdana yang digelar di Kantor pengadilan Negeri Mamuju jalan AP. Pettarani, Mamuju, Sulawesi Barat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi pelapor.

“Hari ini pengadilan Negeri Mamuju menggelar sidang perdana untuk kasus dugaan pemanfaatan pembagian BLT Lurah Rangas dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi,” kata Dedi, Kuasa Hukum Tina-Ado.

Ditempat yang sama, Jumadil hadir sebagai saksi dalam persidangan membenarkan bahwa dirinya mengambil dokumentasi pada saat pembagian BLT berlangsung.

“Saya merekam karena saya merasa ada pelanggaran saat pembagian BLT, sebab ditempat pembagian BLT terpasang baliho pasangan calon nomor urut 2 (Habsi-Irwan),” kata Jumadil.

Sementara itu, 2 saksi lainnya yang ikut langsung saat pembagian BLT menerangkan kepada hakim bahwa dirinya diarahkan oleh terdakwa (Lurah Rangas) untuk mendukung paslon nomor urut 2 (Habsi-Irwan).

“Setelah menerima BLT, saya kemudian diarahkan untuk masuk kedalam rumah dan didalam rumah ada pak Lurah memberikan Vit C sambil mengucapkan “Pilih ki’ nomor 2 (Habsi-Irwan),” ujar saksi dalam persidangan.

Ditempat berbeda, Jaksa Penuntut Umum, Yusriana Yunus, S.H menyampaikan bahwa terdakwa (Wahyuddin) dikenakan Pasal 188 Jo Pasal 71 ayat 1 dengan ancaman pidana 6 bulan kurungan penjara dan atau denda sebesar 600 ribu rupiah sampai dengan 6 juta rupiah.

Sidang ini kemudian ditunda sampai besok dengan agenda yang sama, mendengarkan keterangan sejumlah saksi termasuk saksi ahli.(ip)

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Serbuan Vaksinasi Disambut Antusias Masyarakat Mamuju

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P didampingi Dandim 1418/Mamuju Kolonel Inf. Tri Aji Sartono, Kasiter Korem 142/Tatag Kolonel Arh. Sri Rusyono,S.E serta Dan Lanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy meninjau langsung pelaksanaan Serbuan vaksinasi di Kodim 1418/Mamuju, sekaligus video conference dengan Panglima TNI. Minggu (4/07/21). Kegiatan vaksinasi massal ini, disambut antusias […]

Bagikan

BPJS Ketenagakerjaan Sulbar Menyerahkan Jaminan Kematian Prajurit TNI AD

MAMUJU, Suwarta.com – BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat kembali menyerahkan santunan Jaminan kematian sebesar Rp 42 juta kepada Ny. Mariana istri Almarhum Serma Hasan anggota Kodim 1418/Mamuju yang meninggal beberapa hari yang lalu. Penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan dikediaman Almarhum Serma Hasan di jalan Angsa Lingkungan Padang Baka Mamuju. Jumat, (2 /7/21). Danrem 142/Tatag […]

Bagikan

Ditunjang Sarana, Prajurit Korem 142/Tatag Aktif Olahraga

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, “Mens sana in corpore sano” hal ini sejalan dengan aktifitas yang dilakukan oleh Personel Korem 142/Tatag sebelum memulai kegiatan diawali dengan olahraga pagi, ini dilakukan setiap hari guna menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas. Ditunjang dengan fasilitas sarana olahraga yang sangat memadai misalnya, Lapangan bola, […]

Bagikan

ABM Angkat Bicara Soal Dinamika Musorprov KONI

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Pelaksanaan musyawarah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar yang berakhir Deadlock, dimana pencalonan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar sebagai kandidat satu-satunya mendapat protes. Menanggapi hal tersebut, nomor satu Sulbar tersebut mengungkapkan bahwa dinamika pelaksanaan Musorprov Koni Sulawesi Barat, dirinya secara pribadi yang telah ditetapkan oleh Tim Penjaringan Pendaftaran Calon Ketua yang ditangani […]

Bagikan