Kolaborasi Dengan Kabupaten, Pemprov Utamakan Trauma Healing Bagi Masyarakat

Kolaborasi Dengan Kabupaten, Pemprov Utamakan Trauma Healing Bagi Masyarakat

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Dansatgas, Danrem 142 Tatag, Brigjen TNI, Firman Dahlan dan Wadansat, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris melakukan rapat pelaksanaan tugas komandan satgas penangulangan bencana Sulawesi Barat pasca gempa 6,2 Magnitudo, yang berlangsung di posko induk kantor Gubernur Sulbar, 4 Februari 2021.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengemukakan, harapan bersama untuk kembali melakukan pembenahan pasca gempa yang telah mengguncang Sulawesi Barat.

“Saya harapkan teman-teman di kabupaten berkolaborasi melakukan penanganan dan pembenahan, serta menjaga kebersihan. Yang terpenting, juga tetap memperhatikan protokol kesehatan apalagi masih dalam kondisi covid-19,” kata ABM.

ABM juga menyampaikan, yang perlu mendapat penanganan yaitu masyarakat diberikan trauma healing akibat gempa, apalagi terjadi beberapa gempa susulan. Untuk itu, stakeholder terkait perlu menerjunkan team yang mampu melakukan penanganan trauma healing kepada para pengungsi.

Danrem 142 Tatag selamu Dansatgas , Brigjen TNI, Firman Dahlan menyampaikan, adapun yang menjadi prioritas utama pasca bencana alam di Sulbar ialah, pencarian dan evaluasi, perawatan korban, penyaluran bantuan kemanusiaan, pengembalian roda perekonomian, pengembalian operasional layanan pemerintah, fasilitas umum dan sosial, pelayanan pengungsian dan kesehatan, menjamin ketersediaan BBM khususnya di rumah sakit, pendataan kerusakan rumah masyarakat dan menjamin kelancaran arus transportasi antar daerah.

“Dengan berakhirnya masa tanggap darurat sebenarnya berbagai fasilitas bantuan sudah harus dikembalikan kepada pemiliknya, namun pihak kami sudah menyurat agar fasilitas tersebut masih tetap staand by, begitu juga dari personil kami,, kami siap membantu,” kata Firman Dahlan.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris selaku Wadansatgas, Muhammad Idris melaporkan, dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka berakhir pula segala tugas yang telah dicapai, namun sejumlah tugas baru kembali menunggu dan harus segera diselesaikan.

“Kalau kita lihat tugas-tugas yang berat masih menghadang adalah aspek kesehatan, kita tau betul jumlah pengungsi 71.000 sesuai yang terdata dan itu rentan dengan adanya penyakit atau ganguan kesehatan diantara mereka,” kata Idris.(hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *