Harga Semakin Tinggi, Komoditas Nilam Mulai Dilirik

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Munculnya Nilam di Sulbar menjadi salah satu komoditas perkebunan yang mulai digeluti para petani.

Selain harganya yang cukup menjanjikan, pemerintah juga turut membantu dari segi pengembangannya untuk para petani Nilam.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Abdul Waris Bestari, dirinya mengatakan bahwa Nilam salah satu komoditas yang mulai dilirik.

“Saat ini Nilam mulai dilirik dengan adanya bantuan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sulselbar ditambah lagi sangat potensi karena harga Nilam semakin tinggi,” kata Waris, Jumat 5 Maret.

Lanjutnya, saat ini harga Nilam berada dikisaran Rp500 per kg. Ditambah lagi tahun ini ada bantuan alokasi dari APBN untuk pengelolaan Nilam di kabupaten Mamuju.

“Ada bantuan alat dari Kementerian untuk pengelolaan Nilam,” bebernya.

Sedangkan, Kepala Bank Sulselbar Cabang Mamuju Syarifuddin Haruna mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan dana KUR diberikan perorangan dan ada juga perkelompok yang dikerjasamakan dengan perusahaan.

“Jadi ada empat kelompok yang sudah kita tandatangani dengan dikerjasamakan oleh perusahaan. Jadi perusahan PT. Givaudan ini betul-betul membantu para petani dengan melibatkan 2 orang anggotanya untuk mendampingi para petani. Sehingga kelompok merekalah yang mengajukan ke kami dari hasil rekomendasi perusahaan,” beber Syarifuddin.

Selain itu, Syarifuddin juga menyampaikan ini baru awal yang dilakukan perusahaan, dimana nanti akan dikembangkan ke semua kabupaten.

“Perusahaan ini betul-betul membantu petani dengan mendampingi mulai dari cara memproduksi minyak nilam sampai pengembangannya. Apalagi ini perusahaan dari Jakarta yang semua produksi Nilam di Indonesia masuk semua di perusahaan ini,” tuturnya.

Syarifuddin membeberkan bahwa untuk bantuan dana KUR per hektare Rp25 juta. Tapi tergantung dari permintaan perusahaan.

“Karena mereka mempunyai tenaga ahli di lapangan, makanya kita tidak ragu membantu karena ada pendampingan di lapangan dari pihak perusahaan. Jadi kita berharap ke depan para petani Nilam di Sulbar bisa sejahtera, apalagi perusahaan sudah mencatat perbulan sudah menghasilkan 15 ton yang diperkirakan Rp7 sampai Rp10 Miliar uang sudah beredar di masyarakat perbulannya,” tutupnya.(hn)

Bagikan

One thought on “Harga Semakin Tinggi, Komoditas Nilam Mulai Dilirik

  1. Persyaratan apa yang harus dipersiapkan petani, baik perorangan maupun kelompok untuk bisa mendapatkan bantuan. Sebab yang menjadi masalah dalam memulai menanam “Nilam ” adalah modal kerja awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mengaku Salah, Gubernur Diminta Proses Pencopotan Kadispora Sulbar

Mamuju, Deskriptif.co.id – Aliansi Pemerhati Keadilan Generasi Muda Provinsi Sulbar, menindaklanjuti tuntutan yang telah disodorkan dalam gerakan aksi 2 Agustus 2021, diantaranya pencopotan, Kadispora Sulbar dan Kabid Kepemudaan. Hal itu diungkapkan Koordinator Aliansi, Sofliadi. Berdasarkan pertemuan massa aksi yang difasilitasi ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi yang juga dihadiri pihak Komisi IV, menghadirkan Kadispora Sulbar […]

Bagikan

11 Pejabat Dirotasi, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulbar

Mamuju, Deskriptif.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat administrator dilingkungannya, Jumat (06/08/2021). Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, M Muflih B Fattah mengatakan, rotasi jabatan di lingkup Kemenag Sulbar memang harus dilakukan karena tuntutan organisasi. Hal itu juga sebagai bentuk penyegaran bagi pejabat ditempat mereka yang […]

Bagikan

Permudah Nelayan, DPK Mateng Ciptakan Aplikasi Penangkap Ikan

Deskriptif.co.id, Mamuju Tengah – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mamuju Tengah (Mateng), temukan terobosan baru ciptakan aplikasi pendeteksi ikan guna mempermudah penangkapan ikan bagi nelayan di laut. I Made Kardiana, merupakan sosok yang mempelopori pembuatan aplikasi itu, juga sekaligus Kepala Bidang Perikanan dan Tangkap DKP Mateng, menuturkan, aplikasi itu bernama Pamekang berasal dari bahasa Mamuju […]

Bagikan

Serbuan Vaksinasi Disambut Antusias Masyarakat Mamuju

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P didampingi Dandim 1418/Mamuju Kolonel Inf. Tri Aji Sartono, Kasiter Korem 142/Tatag Kolonel Arh. Sri Rusyono,S.E serta Dan Lanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy meninjau langsung pelaksanaan Serbuan vaksinasi di Kodim 1418/Mamuju, sekaligus video conference dengan Panglima TNI. Minggu (4/07/21). Kegiatan vaksinasi massal ini, disambut antusias […]

Bagikan