Ancaman Radikalisme Menjadi Perhatian Semua Lembaga

JAKARTA, Deskriptif.co.id – Terorisme adalah kejahatan luarbiasa (extraardinary crime) karena dampaknya terhadap masyarakat begitu besar. Tidak sebatas jatuhnya korban jiwa dan luka akan tetapi juga kerusakan fasilitas umum serta trauma dan ketakutan yang dapat dirasakan oleh korbannya.

Demikian sekilas pengantar prolog direktur ZainOffice H. Muhammad zain dalam kegiatan webinar nasional bertajuk ” Ancaman Radikalisme di era Digital ” dengan menghadirkan Prof Irfan idris sebagai key not speaker sekaligus pemateri, Ahad, 4 April 2021.

Muhammad zain yang juga direktur GTK Madrasah pada ditjend pendis kemenag RI saat ini menjelaskan bahwa thema ini dikemas sesuai dengan keadaan saat ini.

“Usai aksi bom bunuh diri di makassar dan penyerangan seorang wanita ke mabes polri yang kemudian akhirnya tewas, menjadi hal yang sangat relevan dan merupakan hot issue saat ini, baik nasional maupun internasional,” urai penggiat literasi dari sabang sampai merauke ini penuh semangat.

Sebelum ia mempersilahkan kepada host dan moderator untuk memandu acara ini secara tertib dan terkendali.

Ia menambahkan bahwa seseorang untuk sampai menjadi teroris itu membutuhkan waktu dan tahapan-tahapan. Hal ini Bisa dilihat dari : (a) sikap dan perilaku intoleran. (b) militansi ditandai dengan truth claim, (c) radikal, anti pemerintah, (e) ekstrimisme, dan (d) puncaknya terorisme, melancarkan kekerasan secara sistematis.

“Inilah yang menjadi pemicu munculnya gerakan-gerakan aksi teror dan bunuh diri,” singkatnya.

Selanjutnya Prof irfan yang saat ini aktif sebagai direktur deradikalisasi menyampaikan materinya secara gamblang dan menyentuh.

“Ia bercerita lepas dan santai akan apa yang ia alami selama ini sebagai pemerhati perkembangan terorisme, Radikalisme dan faham intoleran dari masa ke masa,” tutupnya.

“Saya ingin mengajak kita untuk berselancar mengarungi lautan medsos, apa dan bagaimana teroris itu berkembang di era digital ?. Sambil ia mengantar peran BNPT dalam penanggulangan Terorisme dan UU no. 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme sebagai penyempurnaan atas UU no. 15 tahun 2003,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa terorisme dengan pola yang dilakukan mengalami perubahan dengan menyesuaikan zaman, jika dulu mereka mengajak orang dengan pengajian dan menyebarkan kebencian terhadap kelompok ” kafir ” atau thogut, berbaiat setia pada radikalisme, menghalalkan aksi bom bunuh diri atau sejenisnya dan meyakini akan masuk syurga. Maka di era sekarang ini mereka melakukannya lewat medsos, internet dan dunia maya.

“Mereka begitu mudah merekrut dengan menebar ide-ide radikal, jika sudah terpapar faham radikal, maka mereka akan menjajah lewat iklan dan tindakan kekerasan secara individual,” ungkapnya.

Antusiasme peserta begitu tajam, sehingga waktu yang begitu terbatas terporsi pada tanggapan dan pertanyaan, ada dari kaum milinial yang begitu keren komunikasi dan uraian masalahnya, ada unsur akademi kampus sekaligus kaum kolonial, ada pengurus FKPT Sulbar dengan sinergitas yang ditunjukkan serta banyak analisa, sumbangsih pemikiran agar kedepan Radikalisme akan mandul dan akan muncul generasi yang bangga dan cinta tanah airnya dengan menjaga kerukunan dan merawat moderasi beragama.

Akhirnya kegiatan webinar ini harus diagendakan secara berkesinambungan, dan kami dari FKPT sulbar dan ZainOffice siap untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk simponi kehidupan yang maju dan bermartabat ” sesuai kata kunci dari prof irfan idris, kehadiran ZO ditengah-tengah masyarakat harus mengambil peran dan tajam untuk mrmperkokoh NKRI serta Moderasi yang telah kita gaungkan selama ini.

Menanggapi hal tersebut, direktur ZO muhammad zain siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, demi untuk kejayaan bangsa terbebas dari perilaku terorisme, Radikal dan intoleran, termasuk BNPT RI, FKPT dan kanwil kemenag Se indonesia termasuk Sulbar.(hn)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mengaku Salah, Gubernur Diminta Proses Pencopotan Kadispora Sulbar

Mamuju, Deskriptif.co.id – Aliansi Pemerhati Keadilan Generasi Muda Provinsi Sulbar, menindaklanjuti tuntutan yang telah disodorkan dalam gerakan aksi 2 Agustus 2021, diantaranya pencopotan, Kadispora Sulbar dan Kabid Kepemudaan. Hal itu diungkapkan Koordinator Aliansi, Sofliadi. Berdasarkan pertemuan massa aksi yang difasilitasi ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi yang juga dihadiri pihak Komisi IV, menghadirkan Kadispora Sulbar […]

Bagikan

11 Pejabat Dirotasi, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulbar

Mamuju, Deskriptif.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat administrator dilingkungannya, Jumat (06/08/2021). Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, M Muflih B Fattah mengatakan, rotasi jabatan di lingkup Kemenag Sulbar memang harus dilakukan karena tuntutan organisasi. Hal itu juga sebagai bentuk penyegaran bagi pejabat ditempat mereka yang […]

Bagikan

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa : Apabila Ada yang Meminta Uang Dalam Seleksi TNI AD Segera Dilaporkan

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Video conference Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dengan seluruh orang tua/wali Calon Taruna Akademi Militer Bertempat di Puskodal Markas besar TNI AD dengan para orang tua calon Taruna yang berada pada Sub. Panda masing – masing ditingkat Kodam dan Korem, termasuk Korem 142/Tatag dihadiri 4 orang tua calon Taruna Akademi Militer Sub. […]

Bagikan

Danrem Paparkan Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Sulbar

JAKARTA, Deskriptif.co.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat risiko bencana alam yang tertinggi di dunia (high risk disaster country). Kondisi geologis, geomorfologis, dan iklim tropis berdampak pada munculnya ancaman bencana alam dari banjir, erosi, angin puting beliung, letusan gunung berapi, gempa vulkanik, tsunami, kebakaran hutan, kecelakaan transportasi, sampai dengan kegagalan teknologi. Memperhatikan […]

Bagikan