Dewan Pertanyakan Bantuan Gempa Untuk Sulbar Dipertanyakan

Dewan Pertanyakan Bantuan Gempa Untuk Sulbar Dipertanyakan

Mamuju, Deskriptif.co.id – Dana bantuan pasca gempa Mamuju dan Majene dari masyarakat dan pemerintah daerah di Indonesia masih menyisakan sejumlah masalah, pasalnya pengelolaan anggaran tersebut terkesen tidak transparan dan tidak tepat sasaran.

Sejauh ini Pemprov.Sulbar telah menggunakan anggaran bantuan gempa tersebut untuk pembebasan lahan di dua titik yakni di Kabiraan dan Ulumanda. Dana itu dikelola oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Sulnar.

Saat dikonfirmasi kepala Bidang Anggaran BPKAD Sulbar Hasanuddin beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dana bantuan yang di himpun Prmprov.Sulbar salah satunya digunakan untuk pembebasalan lahan di Kabiraan dan Mekatta sebesar 1 Milyar rupiah.

“sekitar 1 M itu sudah ada pengalokasiannya yakni untuk pembayaran pembebasan lahan di Kabiraan dan Mekatta dan anggarannya itu di Dinas Perkim”, ujar Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (02/09/2021).

KetuaKomisi IV DPRD Sulbar H.Sudirman menilai penggunaan dana sumbangan korban gempa yang alokasikan ke beberapa titik tersebut tidak tepat, pasalnya harapan orang yang memberikan bantuan agar dana tersebut dapat di rasakan langsung oleh korban gempa namun kenyataannya tidak seperti.

“Kalau dana tersebut di bawah ke Dinas Perkim dan Dinas PU saya kira itu juga kurang tepat karena bukan peruntukannya, karena harapan masyarakat luar yang memberikan bantuan itu ditujukan untuk korban bencana langsung.” kata politisi partai Golkar itu.

”Kenapa dana tersebut tidak gunakan saat masa transisi, inikan sudah masa pemulihan, kemudian seharusnya dana tersebut tidak bisa hanya digunakan oleh kelompok tertentu saja karena dana tersebut diperuntukan ke korban gempa, termasuk di kabupaten Mamuju,” tutup ketua Golkar Mamasa itu.

Untuk diketahui, total dana bantuan korban gempa untuk Sulbar yang berhasil dihimpun Pemprov.Sulbar kurang lebih 4 Milyar rupiah.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *