Launching Rumah Kibas di Mateng Bentuk Dukungan TP PKK Sulbar untuk Permasalahan Daerah

Launching Rumah Kibas di Mateng Bentuk Dukungan TP PKK Sulbar untuk Permasalahan Daerah

Deskriptif.co.id, Mamuju Tengah – Pj Ketua TP- PKK Sulbar, Ninuk Triyanti Zudan kembali mengunjungi melakukan launching Rumah Keluarga Indonesia Bebas (Kibas) Stunting di Posyandu Kembang Sepatu Desa Polongaan Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Senin (16/10/23).

Kunjungan Pj.Ketua TP PKK Sulbar didampingi jajaran Pengurus TP PKK Sulbar, antara lain Kabid Dinkes, dr. Indahwati Nursyamsi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar Khaeruddin Anas, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sulbar Jamila. Turut Hadir Wakil Ketua TP PKK Mamuju Tengah, Hartati Amin Jasa, Sekda Mateng Askari Anwar dan Ketua DWP Mamuju Tengah Paigah Askary.

Pj Ketua TP PKK Sulbar, Ninuk Triyanti Zudan mengatakan, setelah Posyandu di Desa Bababulo Majene, kali ini melaunching Rumah KIBAS di Mateng, dan selanjutnya akan melaunching Rumah Kibas di empat kabupaten lainnya.

Dijelaskan, Rumah Kibas Stunting sebagai pilot project percontohan unik memotivasi posyandu lainnya di setiap desa di Sulbar.
“Ini pilot project percontohan penanganan stunting, salah satunya adalah yaitu kami ada program rumah Kibas,” ucap Ninuk.

Dipilihnya Posyandu Kembang Sepatu didasari atas data data
telah memenuhi kriteria sebagai percontohan penanganan stunting. Tujuan Rumah Kibas sendiri ingin memberikan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Ninuk juga menekankan TP PKK senantiasa mendukung program kerja pemerintah, demikian program Pemprov saat ini yang fokus pada penanganan 4+1 masalah Sulbar, yakni kemiskinan, stunting, anak tidak sekolah, perkawinan anak dan inflasi.

“TP PKK selalu ada di belakang pemerintah provinsi karena kami siap membantu. Sehingga melalui Rumah Kibas ini diharapkan bisa dimanfaatkan. Di Posyandu inilah Semua bisa dilaksanakan. Apalagi Pj.Gubernur Sulbar sudah mencanangkan Ayo ke Posyandu, jadikan posyandu ini untuk edukasi, memantau ibu hamil atau persiapan ibu yang mau hamil,” ungkapnya.

Sekda Mateng , Askari Anwar mengatakan saat ini angka prevalensi Stunting di Mateng 28 persen, dan sebagaimana target nasional adalah 14 persen untuk di Sulbar. Dia berharap dengan kehadiran TP PKK Sulbar dapat bersama sama menekan stunting di Mateng.

“Mudah-mudahan kedatangan ibu bisa memberikan dampak luar bias adan memberikan berkah bagi masyarakat kami sehingga persoalan stunting dan kemiskinan dapat diatasi melalui kebijakan dari Pemprov dikolaborasikan dengan Pemkab Mamuju Tengah. “tandasnya. (rls)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.