GMNI Sulbar Prihatin Kondisi Penanganan Pasca Gempa yang Amburadul
MAMUJU, Deskriptif.co.id – DPD GMNI Provinsi Sulawesi Barat mengeluarkan pernyataan sikap atas kondisi penanganan situasi pasca gempa 6,2 SR yang sangat memprihatinkan.
Ketua DPD GMNI Provinsi Sulawesi Barat Sugiarto Albert mengatakan GMNI melihat penanganan masa transisi pasca gempa 15 Januari lalu, tidak dikelola dengan baik.
“Ini tidak terkelola dengan baik, dilihat tidak tersalurnya dana bantuan 2,8 Milliar rupiah ke korban gempa, yang saat ini masih mengendap di satuan tugas penanganan gempa Provinsi Sulawesi Barat,” kata Sugiarto, Rabu 17 Februari 2021.
Sehingga, GMNI Sulbar meminta pemprov melakukan evaluasi menyeluruh dan meminta agar pendataan dimasa transisi dilakukan secara terbuka dan valid.
“Makanya kita keluarkan 10 pernyataan sikap yang perlu diperhatikan oleh Pemprov agar penanganan pasca gempa betul-betul menyentuh masyarakat yang terdampak,” tambahnya.
Adapun, sepuluh pernyataan sikap GMNI Sulbar diantaranya :
1. Copot kepala BPBD Sulawesi barat (Darno Majid) yang tidak bekerja.
2. Meminta transparansi pendataan bantuan dari donatur untuk gempa Sulbar.
3. Meminta transparansi dan keadilan untuk pendataan rumah rusak.
4. Segera lakukan pendataan valid dan distribusikan sesuai estimasi untuk bantuan yang masih tersisa.
5. Pemprov Sulbar segera lakukan langkah-langkah terkait masalah transisi bencana yang tidak jelas.
6. Jangan jadikan bencana sebagai lahan jualan politik untuk kepentingan Individu.
7. Pemprov Sulbar dinilai lalai dan tidak bertanggung jawab.
8. Segera bentuk Tim khusus transisi dari gabungan relawan² yang lebih independen dan akurat.
9. Segera tangani masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomu masyarakat yang masih tidak berjalan pasca gempa.
10. DPD GMNI Provinsi Sulawesi barat menyesalkan timbunan bantuan sedangkan masyarakat kelaparan dan menjadi korban.(*/hn)

