Gugus Tugas Kemenag Permantap Data dan Sistem Distribusi Bantuan

Gugus Tugas Kemenag Permantap Data dan Sistem Distribusi Bantuan

MAMUJU, DESKRIPTIF.CO.ID – Sudah 17 hari pasca gempa bumi 6,2 SR yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Tim Gugus Tanggap Bencana Kanwil Kemenag Sulbar kembali menggelar rapat koordinasi demi mempermantap data dan sistem distribusi bantuan. Senin 1 Februari 2021.

Berdasarkan hasil koordinasi bersama Kemenag RI dan juga arahan Kakanwil Kemenag Sulbar, Tim Gugus yang dikepalai oleh Kabid PHU menfokuskan pembahasan pada keakuratan data penerima bantuan dan keefektifan sistem penyerahan bantuan.

“Jangan sampai ada data yang double, tercatat disini tapi ternyata sudah tercatat juga disana sebelumnya,” jelas Ketua Tim Gugus H. Suharli.

Lebih lanjut H. Suharli menambahkan dalam hal mekanisme penyaluran agar diatur sekondusif mungkin.

“Belajar dari yang lalu-lalu penyaluran yang sedang diagendakan diatur sedemikian rupa agar kondusif dan juga mengingat kita masih dalam masa pandemi,” tambahnya.

Mewakili Ka.Kanwil, Kepala Bagian Tata Usaha, H. Syamsul, menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai bantuan sembako, setiap orang yang terdampak bencana gempa pasti membutuhkan sembako dan pasti tidak pernah cukup karena sembako dibutuhkan tiap hari untuk hidup.

“Berbicara sembako tidak akan pernah cukup, jadi intinya bagaimana (penyaluran sembako) supaya tepat sasaran sesuai dengan niatnya yang memberi bantuan, ini yang penting,” tutur H. Syamsul.

Selain itu, dalam membicarakan mengenai kegiatan Gugus Tugas, dalam rapat yang diadakan di halaman Kanwil Kemanag sulbar ini, dibahas pula mengenai operasional pelayanan Kanwil Kemenag sulbar kepada masyarakat yang harus tetap berjalan.

“Harapan dari Pak Kepala Biro Ortala dan Pak Kakanwil, pelayanan harus tetap kita lakukan secara alami sesuai dengan kondisi darurat, pelayanan jalan dengan kondisi yang disesuaikan,” ujarnya.

“Kita serahkan kepada masing-masing kepala bidang dan pembimas agar mencari tempat di dalam lingkungan Kanwil untuk dibangun tenda. Kemudian akan diatur secara shift pegawai yang akan masuk, dan yang utama harus ada pegawai yang bertanggung jawab dengan pelayanan dibidang tersebut,” tutupnya.(nda/hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.