Akibat Gempa, Tiga Komoditas Pertanian Gagal Penanaman

Akibat Gempa, Tiga Komoditas Pertanian Gagal Penanaman

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Sebanayak tiga komoditas pertanian gagal penanaman pasca gempa 6,2 SR menimpa Majene dan Mamuju pada tanggal 15 Januari 2021 lalu.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sulbar Syamsul Ma’rif, dirinya mengatakan pada sektor pertanian yang terdampak adanya tiga komoditas pertanian gagal penanaman.

“Setelah gempa terjadi kita langsung mendata Alhamdulillah belum ada laporan signifikan untuk kerusakan untuk tanaman pangan. Yang banyak memang itu perkebunan,” kata Syamsul, Kamis 11 Februari 2021.

Lanjutnya, laporan saat ini sebanyak enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan mengalami kerusakan, inilah menghambat untuk saat ini karena para pegawainya tidak berkantor.

“Begitupun petaninya juga masih trauma untuk beraktivitas, sehingga jadwal penanaman padi, kedelai dan jagung itu akan kita lakukan pada bulan Januari dan Februari tidak bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Syamsul juga mengungkapkan sampai saat ini belum ada informasi atau laporan masuk adanya sawah mengalami rusak berat.

“Ini juga menjadi kendala kita saat ini adanya recofusing anggaran pada sektor pertanian sekitar 30 persen, padahal kita ini terdampak gempa. Tapi khusus komuditas Kedelei tidak di recofusing,” ungkap Syamsul.

Selain itu, penundaan penanaman kedelei di dua kecamatan yakni Tappalang dan Simboro akan dilakukan pada bulan Maret.

“Mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Dua kecamatan ini sabanyak 300 hektare yang akan ditanami Kedelei. Ini juga ada permasalahan ketidak koneknta jadwal tanam dengen ketersediaan benih karena harus dilaporkan ke pusat dulu sehingga prosesnya tidak konnek. Seharusnya ini dilakukan di kabupaten atau provinsi saja,” tuturnya.(Adv/hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *