Kinerja Satgas Dipertanyakan, Idris : Tim Bekerja Dari Awal Sampai Sekarang

Kinerja Satgas Dipertanyakan, Idris : Tim Bekerja Dari Awal Sampai Sekarang

MAMUJU, Deskriptif.co.id – Komandan Satuan Komando Posko Transisi Muhammad Idris menanggapi informasi berkembang di masyarakat terkait kinerja satgas yang dibentuk Pemprov Sulbar.

Menurutnya, informasi yang berkembang di masyarakat terkait kinerja yang dilakukan tim satgas Pemprov Sulbar tidak benar, karena dari awal pasca gempa pemprov dengan semua instansi di Sulbar terus bekerja sampai saat ini.

“Saat ini kita berada di bulan kedua pasca gempa dan banyak diantara kita memahami sepotong-sepotong perjalanan tugas-tugas yang dilakukan tima yang sudah dibentuk. Mulai dari tanggap darurat sampai masuk masa transisi tim tidak pernah berhenti bekerja,” kata Idris saat melakukan jumpa pers, Kamis malam 25 Februari 2021.

Lanjutnya, mulai dari tanggap darurat semua sektor bergerak dalam membantu masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di dua kabupaten.

“Penanganan korban jiwa yang luka berat dan luka ringan itu ditangani semua. Jadi apa yang berkembang di masyarakat bahwa kita hanya menangani korban jiwa tidak benar, karena masyarakat yang mengalami luka berat atau ringan saat gempa 6,2 SR itu kita tangani di RS Regional dan RS lapangan yang ada di Korem,” tambahnya.

Idris juga mengungkapkan bahwa tidak sepenuhnya penanganan bencana alam ditangani semua tim satgas, namun ada juga bantuan dari berbagai sektor mulai dari lembaga pemerintah, lembaga vertikal, swasta sampai pada relawan kemanusiaan.

“Kita semua bekerja dengan membangun koordinasi yang dipusatkan di posko induk yang sudah kita bentuk. Pelayanan kepada para pengungsi juga terus dilakukan sampai saat ini mulai dari kebutuhannya begitupun dari aspek keshatannya kita berikan pelayanan,” ungkap Idris.

Selain itu, dirinya juga menepis informasi berkembang di masyarakat bahwa bangunan warga yang dirobohkan memungut biaya tim yang ditugaskan di lapangan.

“Terkait perobohan bangunan warga tidak pernah memungut biaya. Jadi kalau ada yang merasa membayar saat ada dibantu, posko ini menerima aduan 24 jam dan kita akan tindaki,” tegas Idris.

Sementara, saat ini tim satgas sementara membantu masyarakat yang terisolir yang membutuhkan relokasi.

“Relokasi tidak semudah kita bayangkan, tanah yang akan ditempati tentu akan membutuhkan dana yang besar, makanya kita saat ini berkoordinasi ke pusat untuk membantu relokasi pemukiman warga,” tutupnya.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfopers, Kepala Dinas Sosial, perwakilan Korem, dan para pejabat pemprov.(Adv/hn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.